Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat
Rabu, 29 Desember 2010
Rabu, 22 Desember 2010
Ketenangan Hidup
22 Desember
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
Ilmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini.
“… dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqaan:2)
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar:49)
Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada
Minggu, 07 November 2010
Hujan
07 November
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
ARTI HUJAN DALAM ISTILAH ISLAM
Hujan dalam bahasa Islam bisa berarti "Mathor" yaitu sesuatu yang diturunkan dari langit berupa air atau batu, "Dan kami turunkan hujan kepada mereka, maka perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang berdosa". (QS.Al Araf:84). "Maka tatkala datang azab kami, kami jadikan yang sebelah atas ke sebelah bawah dan kami hujani dengan batu berapi bertubi-tubi". (QS.Hud:82)
Atau berati "Goits" yaitu air hujan. "Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa, dan Dia tebarkan rahmatNya, dan Dialah Maha Pemurah lagi Maha Pelindung". (QS.Asysyura:28)
Atau berarti "Air yang diturunkan dari langit". "Dan Dia menurunkan
Selasa, 02 November 2010
Bukan Bintang Biasa
02 November
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
once upon a time
ada sebuah bintang
yang bersinar terang di hatimu
ku akan datang lagi
menjemputmu dengan cinta
kan kubagikan
ada sebuah bintang
yang bersinar terang di hatimu
ku akan datang lagi
menjemputmu dengan cinta
kan kubagikan
Tanpa Guna
02 November
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
sudah kukatakan
aku bukan pujangga, kawan
aku juga bukan orang nyaman,
sudah kukatakan
aku akan binasa, kawan
dan nafas ini yang
aku bukan pujangga, kawan
aku juga bukan orang nyaman,
sudah kukatakan
aku akan binasa, kawan
dan nafas ini yang
Senin, 01 November 2010
Naungan Nuansa
01 November
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
Mengalir lembut angin berlalu
Titik-titik awan pertanda hujan
menggelisahkan dalam penantian
Seusap jernih air berkandung asmaNya
membasuh wajah penuh kesejukan
Tetes demi tetes
bak sungai masyur permai
Pelan-pelan
serasa basah sayup-sayup
angin itu
Minggu, 31 Oktober 2010
Dengar
31 Oktober
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
Dengar suaraku
Untuk mengiring tidurmu
Kan kulantunkan nada-nada yang indah
Untuk mengiring tidurmu
Kan kulantunkan nada-nada yang indah
Rasakan dunia
Ada didalam hatimu
Semoga esok kau terjaga
Dalam bahagia
Bila hari ini
Ada didalam hatimu
Semoga esok kau terjaga
Dalam bahagia
Bila hari ini
Cinta Dalam Hati
31 Oktober
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku
asal kau pun bahagia dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu, menyambut
Tak mengapa bagiku
asal kau pun bahagia dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu, menyambut
Doo Be Doo
31 Oktober
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
HaeHaeHae...
Doo Be Doo Bae !
Bagaikan Kuncup memulai 'tuk merekah
Begitu hidup kucoba 'tuk melangkah
Aku siap melangkah sendiri
Mereka t'lah berkata
Begitu hidup kucoba 'tuk melangkah
Aku siap melangkah sendiri
Mereka t'lah berkata
Sabtu, 30 Oktober 2010
Menyapa Malam
30 Oktober
Diposting oleh
Ardiarti Bangun Wijaya
apa mungkin bintang bersinar dalam mendung?
inilah ruang rindu,
seperti aku yang dulu,
jangkrik menemani telinga,
bulan memantulkan cahaya,
bulan memantulkan cahaya,
bintang berbalut
Langganan:
Postingan (Atom)
... والسلامعليكم
